Semua
orang ingin memiliki berat badan ideal. Yang gemuk ingin mengurangi dan
yang kurus ingin menambah berat badan. Baik mengurangi maupun menmbah
berat badan, keduanya memerlukan usaha yang sungguh-sungguh. Telah
banyak dibahas tentang makanan untuk mengurangi berat badan,
bagaimanakah dengan makanan penambah berat badan? RUMUS menambah berat badan hanya satu. Kalori yang dimakan harus lebih besar daripada kalori yang dipakai oleh tubuh. Tujuannya agar selalu ada kelebihan kalori tak terpakai. Kalori lebih ini yang akan disimpan menjadi lemak di bawah kulit.
Tidak setiap kali badan kurus perlu ditambah beratnya. Berat badan perlu ditambah bila kurusnya bersifat penyakit (patologik). Artinya, kurus yang tidak semestinya kurus. Kurus lantaran memang kurang makan, misalnya.
Ada sekelompok orang yang tipe badannya memang sudah kerempeng dari lahirnya. Makannya banyak, tetap saja tak bisa gemuk. Orang begini setabiat dengan mobil Eropa yang boros bensin. Dapur tubuhnya boros memakai kalori. Tipe orang begini tak perlu dicemaskan. Umumnya panjang umur, dan tidak awet tua.
Yang perlu diwaspadai adalah jika kurus, dan terus semakin kurus. Tentu perlu dicari penyebabnya. Boleh jadi karena terjangkitnya penyakit TBC, cacingan, diabetes, atau mungkin mengidap kanker, gangguan hormon, penyakit saluran pencernaan bisa bikin badan mendadak kurus. Pada kasus demikian bukan kurusnya benar yang perlu diperhatikan, melainkan penyebabnya.
Kurus dinilai tak wajar apabila benar kekurangan kalori. Bukannya tak mampu beli beras, atau menu lengkap. Pola makan, gaya makan, dan sikap terhadap makanan yang mungkin perlu dikoreksi.
Makan model monodiet, seadanya, dan seketemunya, selain bikin kurang gizi, bisa jadi tubuh kekurangan kalori. Padahal kerjanya lembur, dan aktivitas fisiknya berat. Yang terjadi, kalori yang diterima tubuh lebih kecil dari kalori yang habis terpakai. Maka dengan cara menambah kalori hariannya, kekurusan tubuh bisa dikoreksi.
Rata-rata orang dewasa membutuhkan total kalori harian bervariasi sesuai dengan jenis pekerjaan, umur, dan jender. Total kalori laki-laki perlu lebih besar dari wanita. Pekerja otot (kuli panggul, olahragawan, pengayuh becak) perlu kalori lebih banyak daripada pekerja otak (pekerja kantor, profesional). Rata-rata kebutuhan harian kalori berkisar antara 2.500 kalori sampai 3.000 kalori.
Apabila pada orang yang semestinya tidak kurus namun berat badannya di bawah idealnya, perlu melakukan koreksi. Porsi makan hariannya perlu ditambah. Berapa tambahannya, dan sampai berapa lama, ditentukan oleh sudahkah berat badan idealnya tercapai. Penentuan berat badan ideal dengan menghitung (BMI=Body Mass Index= yakni Berat badan (Kg) dibagi Tinggi Badan (M) panglat dua. Index- antara 18.5-25 dikatagorikan normal. Index antara 17 – 18.4 dikatogorikan kekurangan berat badan tingkat ringan dan jika indeksnya < 17 maka dikatagorikan kekurangan berat badan tingkat berat.
Untuk menambah kalori boleh memilih menu apa saja, asal mempertimbangkan pola diet seimbang. Artinya yang ditambah bukan hanya konsumsi lemak saja karena lemak menghasilkan kalori yang lebih banyak, namun masukan nutrisi lainnya juga perlu. Dengan memilih porsi makan dapat memilih menu seimbang. Jenis menu yang tetap berimbang porsi masing-masing nutrisinya (sekitar 55 persen karbohidrat; 30 persen lemak; dan 15 persen protein).
Meningkatkan berat badan dengan mengkonsumsi "junk food" dan "gorengan" bukanlah pilihan yang bijak. Konsumsilah lemak yang berasal dari asam lemak tidak jenuh yang sehat seperti olive oil, minyak jagung maupun buah alpokat. Konsumsi juga sumber karbohidrat dan protein yang menyehatkan seperti buah kering, roti gandum dan jenis susu khusus (high calories), yang dengan takaran yang sama memberikan kalori beberapa kali lipat dari susu biasa.
Menambah menu harian berarti selain porsi nasinya yang ditambah, lauk pauk berlemak dan berprotein secara proporsional juga ditambah. Sayur-mayur dan bebuahan sendiri bisa lebih bebas ditambah. Sampai berapa lama dan berapa banyak ditambahnya?
Sampai perut memberi tanda kenyang. Munculnya rasa kenyang mencerminkan kapasitas alami lambung. Itu yang seyogianya dijadikan petunjuk untuk mulai berhenti makan. Berhenti makan sebelum kenyang betul, cara arif menyikapi makan. Lebih mudah makan 5-6 kali porsi kecil ketimbang 3 kali porsi besar. Khususnya jika tidak terbiasa makan banyak.
Meskipun beraktifitas akan meningkatkan energi terpakai, berolah raga dan banyak bergerak tetap mutlak diperlukan. Carilah olah raga yang membantu mengkonversi "energi lebih" menjadi otot, misalnya angkat beban, "treatmill", sit up dan lain-lain.
Adanya gangguan enzim, gangguan penyerapan makanan (malabsorpsi), penyakit lambung dan usus perlu dikoreksi sebelum menambah po
No comments:
Post a Comment